Dear Vachel,  Let the Bread's Rhyme



I am longing for disturbing evening

Miserable floating in regardless owl weeping

Lost boy with lost path

Dying in the hands of wrath


I am longing for Your existance

But no one comes over

Except you the lost one like me

You're not Imogen

The one I need most.


Et ego petrarca in lingua vetera scribo

Selected Poems 1999 - 2002


Saturday, October 11, 2008

Rotterdam II

ED, biarkan ia mengalir...


Engkau yang aku cintai

Berkatmulah menuntun diriku kepada cinta Tuhan

Hingga mampu hindari segala godaan

Lari dari keinginan

Untuk menguasaimu dengan membabi buta

 

Aku perlu cinta

Akan aku coba menahan nafsu dan angkara

Jika tak lagi kuasa

Aku perlu mati

Dari sebab cinta hakiki

Untuk menolak godaannya tadi

 

Cinta kepadamu

Zat abadi dalam keelokan yang tak kekal

Tindakan keduniawian semata

Wahai, cinta penuntun tinggi

Tidak selalu aku dapat capai

Mengarah menanjak menuju jalan Tuhan

 

Karenanya,

Bukanlah aku yang melompat melewati

Batas kungkungan

Hanya menerima

Kubuka diriku untuk keagungan

Membiarkan engkau bebas merdeka meraihnya.


(2008)

Rotterdam I

Hidup adalah pemikiran

penderitaan, ketakutan, pendengaran harapan, cinta

Hidup adalah pengakuan-pengakuan jiwa yang bening

Perasaan hati yang tak bermalu

Hidup adalah kebijaksanaan

Ketulusan hati, kesederhanaan, kendali nafsu

Hidup adalah kesakitan

yang menusuk

yang merasuk

sekam membara

Hidup adalah airmata

suka duka

keinginan yang merajai.

 

Merasakan kehidupan dan adaNya

dengan tidak menghindar

tidak mencari semak sembunyi

biarkan menanggung rasa malu

daripada dosa dan durhaka.

 

(1996/2008)

 

Rendez-Vous

Dinihari ini aku intip gemintang utara

telah lama engkau tak lagi bercanda.

 

Benderang siang aku jenguk bulatan mentari

beberapa jenak lalu ia aku rindui.

 

Malam turun aku ingin mengajak bulan bicara

mungkin bisa mengajaknya kembali bercengkerama.

 

 

Esok aku beritakan kepada semesta.

Aku mencintai Tuan mereka.

 

(1996/2008)

 

Quo Vadis


O, orang-orang berkumpul mendongak kepala tinggi-tinggi

Kepalan teracung kuat-kuat.

 

Memangnya siapa dirimu

Hatimu merekam gambar tak puas

Jiwamu meradang mencari pembenaran

Berputar-putar mengelilingi isi kepalamu

Dengan tarian-tarian pada setiap jemari

Mengolok lain dan kau muka membabi

Tak pantas kau hidup di bumi ini

 

Tempelan topeng anarki

Di setiap langkah dan kegalauan

Merasa diri tuan sempurna

Merasa diri mengangkat derajat negeri dari binasa

Padahal kau contoh duli angkara

Merusak mata jiwa

Alirkan darah bencana

 

O, orang-orang yang berteriak ide dan gagasan beda

Kau tak lebih dari kotoran kuda.

 

(1996 dan digubah pada 2008)

For More Redemption

Ode To Walt Whitman


Carried deceased

Buried senses

Don’t speak before the day’s break

Uphold, uphold

As you do unto me.

 

She will curse me for another sin

I’m so thin

With soundless indeed

Filthy seeds.

 

We speak to each other no more

Inflammable eyes caught me for

Dumped me to dungeon of doom

Hidden place were suffering in bloom.

 

Other seldom comes to me for help

This I keep for myself

Slow to sympathized

When it come to size.

 

In conformity with destiny

Takes great delight in teasing company

Their refusal to help was a disappointment

Your accused was a torment.

 

Trip to come

Sin to come

Death’s thy other as thyself.

 

(2001)

No. 5 (Dari Perjalanan Ketiga)

Langit kelabu muda menawan

Sebuah lagu perlawanan


Aku baru sempat berlari ke dalam

Ternyata aku sudah melintasi malam

Menengok fajar yang kelam

Sejenak pikiranku bolak-balik

Antara kopi, rokok dan asbak

Antara perempuan, cinta dan dosa

Melanglang menuju awan dan surga

mendesak untuk sesegera membuka

Hari yang mirip kemarin

Ketika pikiranku hanya kepada masalah kelamin

Kini tersadar sudah

Sayang aku keburu lelah

Dicambuk desah


Langit kelabu muda menawan

Tak lagi nyanyikan kebebasan.



(Dari Perjalanan Ketiga - Selected Poems 2002)

No. 8 (Dari Perjalanan Ketiga)

Ode to Maxwell Bodenheim

"cynical is alive"


Ayah,

Semua ayah adalah pembenci anak lelaki mereka

Mereka membenci para pejantan yang diajarinya

Karena mereka tahu

Anak lelakinya pada suatu ketika akan pergi kearah matahari

yang terbit dan tenggelam

Sementara sang ayah membusuk didalam tanah

Anak lelakinya bercengkerama diatas ranjang bersama

seorang perempuan muda dipelukan

Sementara sang ayah mendera derita di kursi roda.


Ayah,

Semua ayah takut anak lelakinya akan menghancurkan

hidup mereka lebih dari kehancuran yang diperbuatnya

Padahal tak seorang ayahpun yang memberikan kata caci

ajaran buruk bagi anak lelakinya.


Semua ayah tahu kehidupan keluarga adalah neraka

Tapi jika ingin melihat indahnya

tengoklah kebun binatang

Lihat macan, harimau dan beruang

lihat para pejantannya yang mengajarkan perburuan

Tentang hidup harus berjuang

tentang perihnya luka

tentang nestapa

tentang cinta ayah kepada anak lelakinya

tentang cinta yang sangat cinta.


Setiap ayah selalu berpikir,

"akan seperti apa hidupku nanti

jika anakku seorang perempuan

belum sempat aku berpikir untuk mereka..."


(1999 - 2002)

Friday, October 10, 2008

Imogen

We are attached in disheveled memories

And our weeping eyes surrounded

Neglect dark skies


We are attached in red evening daydream believer

With Holderlin, Nietzsche, Ezra Pound

And their endless desire


We are crazy

But destiny has spoken once more

Remember us now or never.


(2001)

Disharmony


To Keats

"Never End..."



Anger Could not kill a winter's chill

But heat of an anger defeated fire


Desire flew away forever in small gutter

I do not need it anymore, no one to be adore


World become so narrow by sorrow

I'm a dying crow bleeding to know


Don't we all green eyed to fulfill and satisfied?

Even though it was groundless and dispossessed


Something is phony in disharmony

Who makes me died in agony


(2000)

Open Road

To Percy B. Shelley

...Shine My Perishing Republic!


Song of open road

Pretty lonely and cold

Am I pilgrim of underworld?

Weep not and be hold


Song of Necessity

Inside cloud of Fearful Symmetry

Is this land of poverty?

So many fights and mutiny


Song of revolution

Rebel, chaos and natural evolution

Polluted mind upon nations

Promotheus Unbound


Song of misery

In the land of prosperity

Filled with wounds, sorrow and agony

Do I feel so unlucky?


Song of open road

I am too old to spout blood

In the age of glowing gold

So weep not and be hold.


(1998)

Amazing Works

Romance

Romance, who loves to nod and sing
With drowsy head and folded wing
Among the green leaves as they shake
Far down within some shadowy lake,
To me a painted paroquet
Hath been—most familiar bird—
Taught me my alphabet to say,
To lisp my very earliest word
While in the wild wood I did lie,
A child—with a most knowing eye.

Of late, eternal condor years
So shake the very Heaven on high
With tumult as they thunder by,
I have no time for idle cares
Through gazing on the unquiet sky;
And when an hour with calmer wings
Its down upon my spirit flings,
That little time with lyre and rhyme
To while away—forbidden things—
My heart would feel to be a crime
Unless it trembled with the strings.


- Edgar Allan Poe

Friend Surrounding